Pendapat Koran Tempo
BURGER BATOK PADUAN LOKAL DAN BARAT
Burger Batok. Kata burger identik dengan makanan Barat, dan batok merupakan bahan untuk membuat perkakas yang biasa dipakai masyarakat Jawa. Biasa, tetapi keanehan itulah yang membuat lidah saya bergoyang untuk mencicipi lebih dalam menu makanan di Waroeng Taman, Jalan Swadaya, Kalimalang, Bekasi, akhir Februari lalu.
Tempatnya tidak terlalu besar. Gambar pementasan kuda lumping menghiasi dinding. Beberapa sofa dari bambu melengkapi ruangan. Suara hiruk-pikuk mobil tergilas gemericik kincir air, ditingkahi lagu campur sari.
|
|
Detail...
|
|
Pendapat vivanews.com
Kejutan Burger Dalam Batok
Satu lagi sensasi baru menikmati burger. Jika biasanya burger dihidangkan di atas piring atau kertas, kali ini burger disajikan di dalam batok. Uniknya lagi, isi kudapan asal Amerika ini bukanlah daun selada, melainkan irisan kol segar. Anda pun bisa mencoba cita rasa yang berbeda. Untuk mendampingi menyantap burger, disediakan segelas bir pletok dengan topping es krim vanilla. Perpaduan ini hanya dapat ditemui jika Anda makan burger di Burger Batok. Pastinya, layak dicoba, kan?
|
|
Detail...
|
Pendapat Republika
Burger Batok, Rasa Barat Isi Lokal By Republika Newsroom Senin, 05 Oktober 2009 pukul 10:35:00
JAKARTA--Ada makanan khas barat tapi tetap mengusung rasa nasionalisme. Tidak percaya? coba kunjungi kedai burger batok di bilangan kalimalang, Jakarta Timur. Kedai ini, menurut sang empunya, memang menyajikan makanan khas barat dengan memadukan isi lokal. Ketika jumlah franchise makanan barat merajalela, masyarakat cenderung dihinggapi kebosanan dan ingin sesuatu yang berbeda--plus sedikit nyeleneh. Itulah latar belakang pemikiran Indriasari, sang pemilik, untuk mendirikan Burger Batok. Dari namanya saja sudah mengandung dua kata dari asal berbeda. Burger identik dengan panganan barat, sementara Batok merupakan kata yang berasal dari Bahasa Jawa, berarti tempurung kelapa.
|
|
Detail...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Selanjutnya > Akhir >>
|