Pendapat Republika
Burger Batok, Rasa Barat Isi Lokal By Republika Newsroom Senin, 05 Oktober 2009 pukul 10:35:00
JAKARTA--Ada makanan khas barat tapi tetap mengusung rasa nasionalisme. Tidak percaya? coba kunjungi kedai burger batok di bilangan kalimalang, Jakarta Timur. Kedai ini, menurut sang empunya, memang menyajikan makanan khas barat dengan memadukan isi lokal. Ketika jumlah franchise makanan barat merajalela, masyarakat cenderung dihinggapi kebosanan dan ingin sesuatu yang berbeda--plus sedikit nyeleneh. Itulah latar belakang pemikiran Indriasari, sang pemilik, untuk mendirikan Burger Batok. Dari namanya saja sudah mengandung dua kata dari asal berbeda. Burger identik dengan panganan barat, sementara Batok merupakan kata yang berasal dari Bahasa Jawa, berarti tempurung kelapa.
|
|
Detail...
|
|
Pendapat Kompas.com
Burger Batok Mendjawaken Burger
Terima kasih telah membeli produk lokal dan menyelamatkan rupiah agar tidak pindah ke negara lain”. Ada lagi.
“Thingk Globally, Burger Locally” (Tidak ada satu sen pun royalti mengalir ke negara lain)
Kalimat di atas tercetak di kemasan burger. Ada-ada saja orang berjualan. Ini cuma soal makan burger. Tapi, sang pengelola berupaya menyentuh sentimen penikmat makanan asal “londho” sana dengan menyinggung-nyinggung nasionalisme.
Kalau Anda melintas di Jalan Raya Kalimalang ke arah Bekasi, persis di sisi Polsek Duren Sawit, Jakarta Timur, Anda akan melihat kumpulan warung makan dalam sebuah areal. Warung Taman namanya. Nah, salah satu warung di sudut belakang areal itu adalah Burger Batok.
|
|
Detail...
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Selanjutnya > Akhir >>
|