|
Wayang, Karya Agung Dunia |
|
|
|
|
Ditulis oleh agungkn
|
|
Jumat, 22 Januari 2010 07:18 |
|
Di dunia internasional wayang telah tercatat sebagai karya seni budaya yang adiluhung. Lembaga internasional yang menangani masalah pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan adalah UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation.).
UNESCO adalah salah satu lembaga PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang berkantor pusat di Paris, Perancis. Tahun 1972 UNESCO menggariskan suatu konvensi untuk mengutamakan warisan budaya yang kasatmata seperti monumen, situs budaya dan pemandangan alam. Kemudian berkembanglah kesadaran bahwa warisan yang bersifat lisan dan tak benda juga sangat penting untuk dilestarikan. Warisan jenis ini justru merupakan hasil kreativitas dan menjadi jati diri dan keanekaragaman budaya manusia. Sangat dikhawatirkan warisan budaya yang tidak berujud benda, tetapi sarat dengan nilai-nilai budaya itu lambat laun akan bisa lenyap, terdesak oleh arus globalisasi, peperangan atau kerusakan lingkungan.
Pada tahun 1989 UNESCO memusatkan perhatian kepada perlindungan budaya tradisional. Di mana-mana disebarluaskan upaya pelestarian dan pengembangan budaya tradisional, juga termasuk adat istiadat dan kesenian di Indonesia. Pada tahun 1997 UNESCO menyusun peraturan mengenai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity (Karya-karya Agung Lisan Tak Benda Warisan Manusia) dengan tujuan:
1. Meningkatkan kesadaran masyarakat dunia terhadap nilai warisan budaya tak benda. 2. Mengevaluasi dan mendaftar situs dan warisan budaya tak benda. 3. Membangkitkan semangat pemerintah negara supaya mengambil tindakan-tindakan hukum dan administrasi guna melestarikan warisan budaya tak benda 4. Mengikutsertakan seniman setempat dalam dokumentasi pelestarian dan pengembangan warisan budaya takbenda.
Setiap negara boleh mencalonkan satu karya agung budaya untuk diproklamasikan setiap dua tahun sekali. Pengajuan calon karya agung budaya itu disertai dengan identifikasi, konservasi, pelestarian, dokumentasi dan perlindungan. Semua berkas yang diajukan selanjutnya diperiksa oleh budayawan dan NGO internasional, baru diperiksa oleh delapan belas juri yang terdiri dari para pakar budaya dunia. Setelah segala persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan UNESCO dipenuhi dan disetujui maka warisan budaya tak benda itu diproklamasikan sebagai Karya Agung Budaya Dunia.
Maka terbukalah peluang bagi Indonesia untuk menampilkan wayang kepada UNESCO. Selanjutnya Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menugaskan SENAWANGI untuk mempersiapkan pencalonan wayang Indonesia sebagai salah satu karya agung dunia. Ada 6 persyaratan yang harus dipenuhi untuk dinyatakan sebagai karya agung dunia:
1. Nilai luar biasa sebagai karya agung ciptaan manusia. 2. Berakar dalam tradisi budaya atau sejarah budaya masyarakat yang bersangkutan 3. Berperan sebagai sarana pernyataan jati diri bangsa atau suku bangsa yang bersangkutan, fungsinya sebagai sumber inspirasi pertukaran budaya, sebagai sarana membuat rakyat semakin dekat satu sama lain, serta peran sosialnya masa kini dalam masyarakat yang bersangkutan 4. Kegunaan dalam penerapan keterampilan dan sifat teknik yang diperlihatkan 5. Peranannya sebagai tradisi budaya yang hidup 6. Risiko budaya yang bersangkutan bisa punah karena kekurangan sarana untuk melestarikan dan melindunginya.
Setelah bekerja keras dalam jangka waktu yang relatif terbatas maka semua persyaratan UNESCO tersebut dapat terpenuhi semuanya oleh SENAWANGI sebagai pengemban tugas mulia ini. SENAWANGI mempersiapkan 5 jenis wayag yang mewakili untuk diteliti yaitu:
* wayang kulit purwa Jawa dari Jawa Tengah * wayang parwa Bali dari Bali * wayang golek Sunda dari Jawa Barat * wayang Palembang dari Sumatera Selatan * wayang Banjar dari Kalimantan Selatan
Wayang Indonesia diproklamasikan oleh UNESCO sebagai karya agung budaya dunia pada tanggal 7 November 2003, di Paris Perancis. Sungguh suatu prestasi budaya bangsa Indonesia yang sangat gemilang. Penghargaan seluruhnya ada 30 negara yang karya budayanya dinyatakan sebagai karya agung dunia.
sumber http://www.sinarharapan.co.id
|