|
|
Pendapat Harian KOMPAS
Burger Batok Berpadu kopi Kuwalat
AROMA burger segera tercium dari Burger Batok, salah satu warung di pojok belakang deretan warung di Kompleks Waroeng Kampung, Jalan Swadaya, Kalimalang, Jakarta Timur, Jumat (10/7).
Siang itu, warung yang berada tepat di samping Markas Polsek Metro Duren Sawit itu ramai pengunjung. Mereka asyik menikmati sajian utama, yaitu burger batok. Disebut demikian karena memang identik dengan keunikan cara memasak dan penyajiannya. Daging dibakar di dalam batok kelapa, dioles dengan saus barbeque khusus, keju parut dengan mayones lezat berpadu dalam sayuran Indonesia, yaitu kol dan tomat. Semua itu ada dalam setangkup roti lembut dan empuk.Memang, di tengah banyaknya gerai penjual burger, sebut saja Burger Blenger, Burger Edam, De Jon’s Burger, dan yang lagi ngetren sekarang Burger King, Burger Batok berusaha membuat sesuatu yang berbeda, orisinal, dan kuat rasa lokalnya.
|
|
Detail...
|
Pendapat Koran Tempo
BURGER BATOK PADUAN LOKAL DAN BARAT
Burger Batok. Kata burger identik dengan makanan Barat, dan batok merupakan bahan untuk membuat perkakas yang biasa dipakai masyarakat Jawa. Biasa, tetapi keanehan itulah yang membuat lidah saya bergoyang untuk mencicipi lebih dalam menu makanan di Waroeng Taman, Jalan Swadaya, Kalimalang, Bekasi, akhir Februari lalu.
Tempatnya tidak terlalu besar. Gambar pementasan kuda lumping menghiasi dinding. Beberapa sofa dari bambu melengkapi ruangan. Suara hiruk-pikuk mobil tergilas gemericik kincir air, ditingkahi lagu campur sari.
|
|
Detail...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Selanjutnya > Akhir >>
|